Dampak Teknologi Digital Terhadap Gangguan Jiwa
Dampak Teknologi Digital Terhadap Gangguan Jiwa
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris
Direktur Utama Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, dr.
Meta Desvini mengatakan bahwa di era digital ini setiap orang dituntut
untuk memiliki ponsel pribadi ataupun smartphone, terutama di
kota-kota besar. Namun, menurut dia, banyak yang tidak tahu bahwa
teknologi digital itu mempunyai dampak buruk terhadap kejiwaan.
"Hasil
riset kejiwaan ada temuan baru di mana orang yang memiliki gangguan
jiwa baru itu diakibatkan oleh perilaku baru akibat media sosial. 25
persen itu ternyata kronis. Dan ternyata pria lebih banyak," ujar dr
Meta saat menjadi pembicara dalam sesi materi Pengkajian Ramadhan di
Fakultas FKIP Uhamka, Jakarta Timur, Senin (28/5) malam.
Dia mengatakan bahwa ada perilaku tertentu yang dilakukan orang saat
ini di mana teknologi digital itu mempengaruhi otak. Misalnya, kata dia,
ada orang yang merasa bahwa ponselnyanya bergetar padahal tidak.
Kemudian, lanjut dia, saat ini juga sangat sedikit orang yang mau
mengisi otaknya dengan ilmu pengetahuan karena mengandalkan google.
"Apa sebabnya? Sebab orang saat ini hanya mencari sesuatu itu di google. Berbagai hal hanya cukup disimpan di google, sedangkan otaknya kosong," ucapnya.
Selain
itu, menurut dia, saat ini tenologi digital itu juga menyebabkan munculnya
gejala nomopobhia, di mana seseorang mengalami ketakutan yang berlebihan
jika tidak memegang smartphone. Orang ini akan menjadi tidak rasional
ketika ketinggalan handphone misalnya.
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
"Perilakunya
akan sangat panik. Atau mereka itu akan selalu mengecek HP-nya secara
terus menerus tidak berhenti. Masyarakat saat ini cemas jika tidak
memegang HP,"kata dr Meta.
Ada juga masalah cybercondria,
yaitu mereka yang selalu ketakuatan karena mendapat informasi dari
internet tentang sesuatu, seperti masalah kesehatannya. Mereka sangat
percaya informasi dari internet padahal belum tentu benar. "Orang yang
kecanduan gadget, mereka cenderung cemas, depresi, dan mengalami
gangguan jiwa tertentu," jelasnya.
Baca juga info : kursus bahasa
inggris di pare
Menurut dia, anak
juga bisa mengalami gangguan belajar dan gangguan pergaulan akibat
perkembangan tekonologi digital ini. Anak-anak menjadi malas dan sangat
emosional, serta mudah marah.
"Ada juga penyakit
adiksi media sosial. Kita suka melihat bagaimana orang yang jauh-jauh
ibadah ke Makkah tetapi kerjaannya hanya upload aktivitasnya di medsos.
Semua aktivitas kita selalu dimasukkan ke medsos. Ini ternyata gangguan
jiwa," kata dr. Meta.
Baca
juga info : daftar kursus kampung inggris pare
Dampak bahaya juga adalah
adanya pobia sosial. Ketika di media sosial orang ini sangat aktif
bahkan hyper aktif, tetapi jika ketemu dengan orang banyak secara nyata,
mereka akan ketakutan. "Mereka tidak sanggup untuk bergaul dengan orang
banyak. Hal lain adalah persoalan pornografi di dunia internet,"
tuturnya.

Comments
Post a Comment