Keajaiban Berpuasa
Keajaiban Berpuasa
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris
Salah satu ungkapan yang kerap didengar di bulan Ramadhan ini adalah Shumu Tashihhu/,
yang artinya berpuasalah niscaya kamu akan sehat. Ungkapan ini
menunjukkan bahwa manfaat puasa bagi kesehatan jasmani sangat besar.
Pimpinan
Lembaga Dakwah Kreatif iHAQi, ustaz Erick Yusuf mengatakan, dimensi
puasa itu seringkali hanya dipahami hanya mencakup ritual dan ibadah
saja, padahal puasa juga menyangkut soal kehidupan sehari-hari, seperti
soal kesehatan.
Menurut Ustaz Erick, saat ini sudah mulai banyak penelitian yang
mengungkapkan keajaiban berpuasa selama 30 hari penuh selama Bulan
Ramadhan. Salah satunya, dengan berpuasa maka akan terjadi detoksifikasi
atau proses mengeluarkan racun secara alami dari dalam tubuh.
"Kalau
kita berpuasa dimensi fisik atau jasadiyah, kita itu kan sebtulnya
mendetok. Ini sudah mulai ada penelitian yang mengatakan bahwa kita
memang di dalam puasa satu bulan penuh ini, setiap harinya mendetok,"
ujar Ustaz Erick.
Hikmah Sakit
Dia
mengatakan, dengan berpuasa juga bisa membakar penyakit, sehingga dalam
sebuah penelitian tidak ada orang yang menderita penyakit maag lalu
kambuh saat berpuasa. "Sakit maag itu justru sembuh dengan berpuasa
karena makan dengan teratur, metabolismenya menjadi teratur. Ini hal-hal
yang jasadiyah," ucapnya.
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
Menurut Ustaz
Erick, orang yang sedang berpuasa juga tidak lemah dan tetap memiliki
stamina selama Ramadhan. Karena, secara tidak sadar konstelasi alam
ketika Bulan Ramadhan juga berubah. "Bukannya kita jadi lemah tetapi
justru mempunyai energi tersendiri puasa ini," katanya.
Ustaz
yang akrab disapa Kang Erick ini lalu menceritakan tentang kisah perang
Badar, di mana umat Islam menang melawan seribuan pasukan kaum kafir
Quraisy. Saat perang itu, umat Islam sedang berpuasa di Bulan Ramadhan.
"Bayangkan
berpuasa saat perang, gak makan, dalam logika penalaran itu pasti
lemas. Ternyata tidak lemas, karena ada energi Ramadhan," jelas Kang
Erick.
Dijelaskan, ketika pola makan diatur dengan
cara berpuasa, justru akan lebih bertenaga. Tidak heran jika ada
sejumlah atlet yang ketika bertanding masih dalam keadaan berpuasa. Kang
Erick mencontohkan seperti pemain basket asal Amerika, Kareem
Abdul-Jabbar dan mantan pemain klub sepakbola Chelsea, Nicolas Anelka.
Baca juga info : kursus bahasa
inggris di pare
"Kita
lihat juga bagaimana pemain basket, Karim Abdul- Jabbar bepuasa ketika
dia bertanding, kemudian Anelka tetap berpuasa. Artinya tidak ada
kaiatannya dengan lemah. Jadi, kalau kita agar tetap fit? Itu tinggal
mengatur asupannya," ujarnya.
Di Bulan Ramadhan ini,
tambah dia, umat Islam akan diatur untuk makan setiap waktu buka dan
sahur. Di waktu ini, menurut Ustaz Erick, harus mengonsumsi makanan yang
bisa menyeimbangkan gizi.
"Nah keseimbangan gizi
inilah yang kemudian perlu kita lihat juga bagaimana sunnah berbuka
dengan yang manis, bagaimana memperbanyak makan di sahur, dan tidak
memperbanyak makan di waktu buka," katanya.
Musik, Puasa, dan Kesembuhan Jiwa
Kepala
pelayanan kesehatan Islamic Medical Servieces (IMS), dr Juni Cahyati
mengatakan meskipun dianjurkan untuk mengonsumsi yang manis saat berbuka
puasa, tidak baik juga jika dikonsumsi terlalu banyak. Karena itu, dia
menganjurkan agar di bulan Ramadhan ini, masyarakat mengonsumsi empat
sehat lima sempurna.
"Kalau kita makan
manis-manisnya terlalu banyak, maka kalau tidak terbakar semua sebagai
sumber energi, gula itu akan masuk ke hati dan oleh hati akan diubah
menjadi lemak. Jadi bukannya turun berat badannya tapi malah naik,"
jelas dr Juni saat dihubungi lebih lanjut.
Manfaat Puasa di Bulan Ramadhan
Kini
kita telah berada di awal bulan suci Ramadhan yang akan kita jalani
hingga satu bulan ke depan. Ramadhan selalu membwa berkah tak terkira
bagi mereka yang menjalankannya.
Dalam bukunya Buku "Oase Ramadhan: Panduan Sehat Selama Ramadhan ", Dr.
Briliantono M. Soenarwo, SpOT, FICS, MD.PhD, MBA, menuliskan Allah
selalu memberi janji kepada umatnya yang berpuasa dengan pahala tiada
tara. Selain pahala, kamu juga akan mendapat manfaat lainnya yang belum
tentu dirasakan saat hari-hari biasa.
Saat bulan
Ramadhan, seseorang akan mencegah dirinya untuk melakukan perbuatan yang
tidak baik. Setiap waktu selalu diusahakan untuk mengamalkan perbuatan
baik. Hal tersebut berdampak pada hati yang menjadi tenang.
Hati tenang akan membuat fisik lebih sehat, karena penyakit fisik berawal dari kotornya hati dan pikiran.
Melakukan
kegiatan positif di bulan Ramadhan akan meningkatkan motivasi diri
untuk mencapai apa yang diinginkan. Contih sederhana, seseorang akan
berusaha sekuat tenaga untuk bisa menyelesaikan puasa satu bulan penuh.
Jika ia tidak memiliki motivasi kuat, pastinya puasa pun berantakan.
Baca
juga info : daftar kursus kampung inggris pare
Emosi
seseorang yang berpuasa akan lebih stabil. Ia akan merasa lebih bahagia
dan bersyukur atas apa yang dimilikinya. Tidak ada keluh kesah atas
setiap rintangan atau cobaan yang menimpa.
Ramadhan
juga membuat seseorang ingat akan akhirat. Manusia berbondong-bondong
mengumpulkan pahala untuk bekal di hari akhir. Ramadhan memiliki
segudang pahala dibandingkan bulan lainnya yang dapat diperoleh jika mau
berusaha.
Mungkin saat bulan biasa, seseorang
sering melakukan perbuatan tidak baik. Tetapi, saat bulan suci ini ia
akan merasa diawasli sehingga tingkat perilaku buruk pun menuru.
Sesungguhnya Allah maha melihat dan mengetahui.
Sesuai
janji Allah, jika manusia bersyukur atas apa yang dimiliki, maka Allah
akan menambahkan nikmat-Nya kepada manusia. Saat senang atau pun susah,
terus lah mengingat Allah. Ia selalu ada di mana pun dan kapan pun untuk
menolong hambanya yang taat.

Comments
Post a Comment