Singapura Sambut Ramadhan dengan Lampu Hias yang Memesona
Singapura Sambut Ramadhan dengan Lampu Hias yang Memesona
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris
Singapura menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan memesona.
Caranyaa, negara ini telah memasang lebih dari 50 instalasi lampu hias
yang menerangi Jalan Sims Avenue, Jalan Geylang dan Jalan Changi di
Singapura. Lampu hias ini membentang sepanjang 2,25 km.
Berdasarkan ikon-ikon kesenian dan budaya Melayu, pajangan itu
mencakup dua lengkungan utama. Pertama, untuk menggambarkan sebuah
masjid, dan yang kedua menggambarkan rumah tradisional dan sampan.
Sementara lampu yang berbentuk bunga dan sabit akan menghiasi jalan.
"Setiap
tahun saya membawa keluarga saya ke Geylang hanya untuk melihat lampu
dan menikmati suasana bazar. Meskipun gedung-gedung baru telah muncul di
daerah itu dan suasana bazar Ramadhan berubah, lampu-lampu tetap menjadi daya
tarik yang ingin orang-orang lihat." kata Madam Yasmin Razak, seorang
ibu rumah tangga.
Lampu akan tetap menyala hingga 30 Juni,
bertepatan dengan pembukaan bazar Geylang Serai yang populer. Sekitar
800 kios yang didirikan di sekitarnya akan menjual barang-barang seperti
kostum tradisional dan makanan jalanan seperti vadai dan burger Ramly.
Akan terdapat pula bazar di lantai dasar Wisma Geylang Serai, sebuah
pusat warisan budaya dan sosial Muslim-Melayu yang baru.
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
Salah
satu sorotan dari perayaan yang bertema 'kampung spirit' ini adalah
ketika penduduk berkumpul saat matahari terbenam untuk berbuka puasa
bersama di Wisma Geylang Serai. Eric Wong, ketua Panitia Penyelenggaraan
Hari Raya Light Up 2018 berharap bisa merayakan semangat kampung tua di
tahun ini dengan lampu hias yang meriah. "Setiap tahunnya Geylang Serai
tidak pernah gagal, menghidupkan suasana dengan menampilkan lampu-lampu
hias yang kreatif pada saat Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri,"
katanya.
Eric menjelaskan, ini adalah
sesuatu yang sangat ditunggu oleh komunitas lokal. "Hari Raya Light Up
juga mengundang teman-teman internasional kami untuk merasakan budaya
Melayu Singapura. Kami berharap acara tahun ini akan memberi mereka rasa
semangat kampung tradisional yang sesuai dengan akar budaya kami,” kata
Eric. Bazar Ramadhan Geylang akan berlangsung hingga 14 Juni, satu hari sebelum
Hari Raya Idul Fitri.

Comments
Post a Comment