Ritel Fesyen Kenalkan Smart Mirror sebagai Penasihat Gaya
Ritel Fesyen Kenalkan Smart Mirror sebagai Penasihat Gaya
Baca juga info : kursus bahasa
inggris
Ketika berbelanja pakaian, orang kadang bingung menentukan busana apa
yang cocok ia kenakan. Oleh karenanya, saran dari orang lain dibutuhkan
agar tak salah membeli pakaian. Umumnya orang meminta saran dari teman
dekat atau pasangan sebelum membeli baju. Namun sekarang, penasihat gaya
bisa hadir dalam bentuk robot.
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris
H&M yang dikenal
sebagai pemain global di industri fesyen memperkenalkan perangkat
cerdas yang disebutnya sebagai Smart Mirror. Produsen pakaian asal
Swedia tersebut menawarkan pengalaman berbelanja baru dengan
menghadirkan penasihat gaya dalam wujud Smart Mirror.
Cermin pintar itu diuji coba
di toko flagship H&M yang berlokasi di Times Square, New York.
Smart Mirror itu merupakan hasil kolaborasi Microsoft dan agensi digital
asal Swedia, Visual Art and Ombori. Perangkat tersebut mengombinasikan
pemindai suara dan wajah untuk berkomunikasi dengan konsumen.
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
Konsumen
dapat menggunakan perintah suara untuk berswafoto yang diintegrasikan
dengan katalog H&M. Foto konsumen yang sudah dipadupadankan dengan
koleksi dari H&M selanjutnya dapat diunduh ke ponsel lewat QR Code.
Di saat yang sama, konsumen juga bisa memperoleh diskon belanja hingga
20 persen dan bebas biaya kirim apabila berlangganan newsletter H&M.
Selain
dibenami fitur pemindai, cermin tersebut juga memberikan tips-tips
belanja. Cermin itu memberikan rekomendasi pakaian seperti apa saja yang
cocok dikenakan konsumen.
Konsumen juga dapat
mengorder secara daring lewat QR Code yang tersedia. Uji coba cermin pintar ini menuai respons positif dari para pelanggan toko. Sebanyak 86
persen pelanggan yang berswafoto memutuskan untuk memanfaatkan QR Code.
Sebanyak 10 persennya juga memutuskan berlangganan newsletter.
Baca juga info : kursus bahasa
inggris di pare
Dengan
terobosan ini, H&M menunjukkan bahwa teknologi dan kecerdasan
buatan memainkan peran penting dalam industri ritel. Akan tetapi,
Christian Barwind selaku Industry Leader Retail di Google Jerman
mengatakan fitur perintah suara masih dalam tahap yang sangat dini.
Baca
juga info : daftar kursus kampung inggris pare
Sejauh
ini bukan hanya H&M yang memanfaatkan kemajuan kecerdasan buatan.
Zara mengambil pendekatan berbeda di tokonya yang berada di London.
Cermin pintar Zara tak hanya mendeteksi perintah suara namun juga
memindai busana yang dipilih konsumen. Setelah itu, cermin akan
mendesain busana virtual berdasarkan pilihan sang konsumen.

Comments
Post a Comment